dari kamarku, kulihat Asih, mbak yg mengasuh Daffa, anakku nampak sedang kesal…
Dipukulnya Daffa dengan tongkat dari plastik… Daffa teriak… lalu menangis…
Aku terkejut… bergegas kuhampiri anakku.. ia menangis kesakitan.. lengannya memar memerah…
kulihat, wajah Asih masih nampak kesal…
” Aduuh, sakiit Bundaa… ” Daffa mengaduh ketika kupegang lengannya yang luka memar..
” Padahal cuma pelan lho Bunda, aku mukulnya! Cuma gini thok! kata Asih sambil memperagakan pukulannya. Soalnya tadi Daffa mukul-mukul terus..” kata Asih membela diri. Ada ketakutan di wajahnya..
Melihat luka di lengan Daffa, dalam hati aku menangis. Sedih….
Tapi aku menyadari, Asih juga cuma manusia… mungkin baru lelah… mungkin baru kesal…
” Mbak, tolong ambilkan minyak tawon…Besok lagi jangan pukul2 an lagi ya! kataku sambil mengolesi luka Daffa.
ESOK PAGINYA
Kupanggil Asih…
” Mbak… tolong yang sabar yaa… maafkan kalo Daffa suka bikin kesal… Meskipun mukulnya pelan, lukanya lumayan menyakitkan… karena Allah mencatat kekesalanmu.. Ingat ya, Mbak.. dia yang kamu pukul itu titipan Allah… “
Asih mengangguk..
Posted by Sitta A. Sekar
Posted by Sitta A. Sekar
Posted by Sitta A. Sekar