Selasa, 3 April 2007, telah menjadi akhir perjalanan hidup teman seperjuanganku, Mbak Teti…
Kanker leher rahim stadium IV yang dideritanya sudah tidak terkendali, dan merenggut nyawa sahabatku..
Allah SWT telah berkehendak.. rencananya tidak pernah dapat diduga-duga..
Mbak Teti, yang begitu gigih, begitu tegar, begitu bersemangat, telah menghadap Sang Khalik…
Mbak Teti yang cantik, yang segar, yang berseri telah tiada…
Masih teringat, ketika kami sama-sama duduk di antrian ruang tunggu instalasi radiologi rumah sakit Dr. Sardjito setahun yang lalu,…
” Nomer berapa mbak? ” tanyanya ramah.
” 32,..” begitu kataku…
” Oh… duluan saya.. saya nomer 18… ” begitu katanya..
Lalu kami sama-sama menunggu antrian yang panjang dan melelahkan itu…
Saat itu, mbak Teti sudah dinyatakan bersih dari kanker.
Semua paket kemo dan sinar yang harus dilaluinya telah selesai.
Ketika kami bertemu, beliau hanya kontrol…
” Naik apa mbak? ” tanyaku…
” Motor sendiri,… kemana-mana saya naik motor sendiri “… jawabnya.
Aaagh….. betapa takjubnya saya dengan semangat beliau..
Dengan penuh semangat pula beliau menyemangati saya..!!
Wajahnya yang cantik, bersih, dan anggun dengan jilbabnya,..
Aaaghh, tidak selayaknya aku mengeluh dengan keadaanku…
Aku tidak sendiri,.. ada dan banyak lagi yang juga menderita kanker…
Beberapa bulan kemudian, kudengar beliau membuka warung lesehan bebek goreng… Warungnya cukup ramai…
Memang, mbak Teti tidak pernah bisa diam… apapun dikerjakannya….
Namun, betapa terkejutnya ketika selasa siang itu, beliau telah tiada…
Kanker itu tumbuh kembali, dan menjalar hingga ke kaki…
Mbak Teti tak sanggup lagi menjalankan kehidupannya…
Selesai sudah langkah, asa dan harapannya…
Selamat jalan sahabat… selamat jalan teman seperjuangan…
Mudah-mudahan Allah SWT mengampuni semua dosamu..
Semoga amal ibadahmu, mempermudah langkahmu menghadap Nya….
Mudah2 an Khusnul Chotimah,…
……Amiin….
* Tulisan ini sengaja ku tulis ulang, karena beberapa hari lalu, aku mengunjungi warung lesehanmu, mbak…. Sekarang suamimu yang melanjutkan warung yang dulu kamu rintis… kini nama warungmu adalah ” KAMPUNG PITU…. “