SuAtu HaRi di BuLaN AguStus 2003

MAMA tampak lelah sekali…
MAMA tampak kepayahan sekali…
Tapi MAMA tetap memperhatikan kami…
MAMA justru tak memperdulikan dirinya…
Pagi itu kami akan berobat,
kugandeng MAMA keluar dari rumah,
kusiapkan selopnya di depan pintu,
MAMA tampak kesulitan memasukkan kakinya ke dalam selop…
MAMA bilang sudah…
Padahal kaki MAMA belum masuk ke dalam selop…
Belum MAMA,.. belum… lagi MAMA…lagi…”
Tapi MAMA tampak kesulitan sekali memakainya,
Aku jongkok, kupegang kaki mama,
kubantu memasukkan dalam selop…
Tetap susah…
Akhirnya, kupepetkan ujung selop di tembok,
Agar telapak kaki MAMA bisa terus masuk…
Dalam hati aku menangis…
Apakah ini sebuah firasat?
Karena hal yang sama kulakukan pada ibu mertuaku,
sehari sebelum beliau dipanggil SANG KHALIK… awal 2002
sebulan kemudian… MAMA pun menghadapNYA…
MAMA aku kangen …

One Response to SuAtu HaRi di BuLaN AguStus 2003

  1. syanashwa says:

    kisah benar ye?.. sedih.. sememangnya Sitta juga anak yang sensitif.. peka dengan perubahan orang disayangi.. :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.